Cara efektif untuk manajemen diri.

Setidaknya ada 5 pertanyaan mendasar untuk membuat hidup kita lebih efektif dan efisien.

1. “What Are My Strength?”
Cara terefektif untuk mengukur seberapa besar kekuatan Anda adalah dengan menggunakan feedback analysis. Setiap kali Anda telah memikirkan cita-cita/impian Anda untuk beberapa waktu kedepan, maka tuliskanlah. Setelah waktu yang Anda tenggatkan telah lewat, maka lakukan penilaian seberapa besar hasil yang Anda dapatkan dari cita-cita yang direncanakan. Kemampuan apa saja yang telah Anda kerahkan untuk mencapainya? kebiasaan buruk apa yang menghambat cita-cita Anda? Karena kita terikat dengan waktu yang terbatas, maka jangan pernah membuang waktu untuk mengerahkan sebuah skill dimana Anda tidak menguasainya. Berkonsentrasilah pada kekuatan Anda dan bangun kekuatan Anda.

2. “How Do I Work?”
Dengan jalan seperti apakah Anda dapat mengeluarkan performa terbaik Anda? Apakah dengan membacanya atau mendengar orang lain yang berdiskusi? Apakah Anda lebih senang bekerja sendiri atau bekerja secara tim? Apakah Anda adalah seorang tipe konseptor ataukah seorang tipe eksekutor? Apakah Anda dapat bekerja dalam tingkat stress yang tinggi ataukah dalam lingkungan yang baik? Semua pertanyaan ini membantu mengarahkan pada Anda agar dapat mengerti bagaimana pola kerja Anda. Dengan mengetahuinya, peluang efektivitas kerja Anda akan meningkat drastis karena Anda telah mengetahui bagaimana cara Anda bekerja.

3. “What Are My Values?”
Nilai disini dapat didekati dengan prinsip-prinsip hidup yang Anda pegang. Suatu saat mungkin Anda akan menemukan sebuah lingkungan organisasi yang bertentangan dengan prinsip hidup yang Anda pegang, dan hal itu mengurangi performa Anda. Maka tak ada kata lain dalam kamus kata efektivitas, Anda harus pindah. Carilah lingkungan yang sesuai dengan prinsip hidup Anda sehingga Anda dapat berada pada puncak performa Anda.

4. “Where Do I Belong?”
Berdasarkan kekuatan, cara bekerja, dan prinsip hidup Anda, kini carilah lingkungan yang tepat dimana Anda bisa memaksimalkan ketiga hal tadi sehingga Anda dapat menjadi seorang bintang (star) didalam organisasi yang Anda geluti. Dengan komposisi kekuatan, cara kerja, dan prinsip hidup yang tepat dengan lingkungan akan membuat efektivitas dan efesiensi kerja Anda akan meningkat drastis.

5. “What Can I Contribute?”
Dewasa ini, dimanapun organisasi Anda berada, Anda memiliki banyak pilihan. Jarang ada organisasi atau perusahaan yang mengarahkan Anda untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Untuk itu, pertama-tama penting sekali menanyakan bagaimana situasi yang ada sekarang. Berkaca dari situasi demikian, dan mengkombinasikan dengan kekuatan, cara kerja dan prinsip hidup Anda, Anda dapat mengambil ancang-ancang sedini mungkin kontribusi terhebat apa yang mungkin dapat Anda lakukan untuk organisasi yang Anda tekuni saat itu.

Advertisements

Perkembangan Psikologi pada anak.

Perkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap:

Tahap Sensorimotor, pada tahap ini kemampuan anak hanya pada gerakan refleks, mulai mengembangkan kebiasaan-kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menurutnya menarik, mulai menggunakan berbagai hal atau peralatan guna mencapai tujuannya, melakukan berbagai eksperimen dan anak sudah mulai menemukan berbagai cara baru. Tahap sensorimotor terjadi saat usia 0-2 tahun.

Tahapan Pra-operasional, pada tahap ini anak mulai menerima berbagai rangsangan yang masih terbatas, Kemampuan bahasa anak mulai berkembang, meskipun pola pikirnya masih bersifat statsi dan masih belum mampu untuk berpikir secara abstrak, persepsi mengenai waktu dan mengenai tempat masih tetap terbatas. Tahap pra-operasional berkembang saat usia anak 2-7 tahun.

Tahap konkret operasional, pada tahap ini anak sudah bisa menjalankan operasional dan berpikirnya mulai berpikir secara rasional. Dalam tahap ini tugas-tugas seperti menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan, menderetkan dan membagi sudah dapat dilakukan oleh anak. Tahap konkret operasional berlangsung pada usia 7-11 tahun.

Tahap Formal Operasional, dalam tahap ini anak sudah mulai beranjak sebagai seorang remaja. Dalam tahap ini, anak sudah mulai berpikir secara hipotetik, yaitu penggunaan hipotesis yang relevan sudah dilakukan anak guna memecahkan berbagai masalah. Sudah mampu menampung atau berpikir terhadap hal-hal yang menggunakan prinsip-prinsip abstrak, sehingga anak sudah bida menerima pelajaran-pelajaran yang bersifat abstrak seperti matematika, agama dan lain-lain.

Phrasal Verb with “P”

pan out: succeed; happen as expected (for plans). (Note: almost always negative when in statements.)

“I’ll be here next week after all. My trip to Chicago didn’t pan out.”

pass away (no object): die.

“I was very sorry to hear that your grandfather passed away.”

pass out (1. no object): faint; lose consciousness.

“When Ella heard that she’d won a million dollars, she was so shocked that she passed out.”

pass out (2. separable): distribute.

“Everyone in the room needs one of these information sheets. Who will help me pass them out?”

pick out (separable): choose; select.

“Billy’s grandmother especially liked her birthday card because Billy had picked it out himself.”

pick up (1. separable): lift; take up.

“Those books don’t belong on the floor. Will you help me pick them up?”

pick up (2. separable): arrange to meet someone and give her/him a ride.

“Of course we can go there together. What time should I pick you up?”

pick up (3. separable): get; buy.

“The children just drank the last of the milk. Could you pick some more up on your way home this evening?”

pick up (4. separable): refresh; revitalize.

“He was feeling a little tired, so he drank a glass of orange juice. It picked him up enough to finish his work.”

pick on (inseparable): bully; intentionally try to make someone upset.

“You should be ashamed of teasing your little brother, Bob! Pick on someone your own size!”

pitch in (no object): help; join together to accomplish something.

“We’ll be finished soon if everyone pitches in.”

pull over (no object): drive a vehicle to the side of the rode.

“When the policeman indicated that I should pull over, I knew he was going to give me a ticket.”

Etika Kristen~

Etika Perjanjian Lama pada dasarnya tidak dapat terlepas dari moralitas manusia pertama. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang istimewa, yaitu sebagai gambar Allah, dalam bahasa Ibrani disebut tselem dan dalam bahasa Latin disebut Imago Dei. Tidak hanya itu saja, manusia yang diciptakan Allah juga memiliki kesamaan moral dengan Allah yang maha suci, hal itu terjadi pada waktu Adam dan Hawa belum jatuh ke dalam dosa. Manusia yang telah diciptakan Allah selanjutnya merupakan makhluk moral yang diberi kemampuan memilih apa yang akan dilakukannya, apakah akan mematuhi perintah-perintah Allah atau malah menentangnya. Hal ini terjadi karena manusia adalah pribadi bebas yang juga memiliki kehendak bebas. Namun demikian, kehendak bebas haruslah disertai dengan tanggung jawab. Pada waktu Adam dan Hawa telah diciptakan, Allah memberikan sebuah perintah kepada Adam yaitu berupa larangan untuk memetik dan memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat yang berada dalam taman Eden. Namun demikian, perintah dari Allah tidak dihiraukan oleh Adam dan Hawa dan mereka mengambil sebuah keputusan etis yaitu dengan memetik dan memakan buah tersebut. Ketika Allah mengetahui perbuatan tersebut ada sebuah tindakan yang dilakukan oleh Allah dan hal ini merupakan ethos Allah (ethos:sikap dasar dalam berbuat sesuatu). Tindakan Allah ini merupakan inisiatif dari Allah sendiri yang mencerminkan sikap kasihNya pada manusia, terdapat dua hal yang dilakukan Allah:

Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang kemudian telanjang dan merasa malu dan bersembunyi di antara pohon-pohon dalam taman, Allah mencarinya dan lebih dahulu menyapanya, dimanakah engkau?(Kej 3:9).
Untuk menutupi ketelanjangan manusia, Allah membuatkan pakaian dari kulit binatang, lalu mengenakannya pada kedua manusia berdosa,Adam dan istrinya Hawa (Kej 3:21).

Ethos yang ditunjukkan Allah telah menunjukkan bahwa Allah mau merendahkan diriNya dan memperlihatkan sikap kasihnya kepada manusia berdosa.Namun demikian, sikap dan respon manusia terhadap kebaikan Allah justru semakin meningkatkan perbuatan dosanya. Hal ini dapat terlihat pada anak Adam yaitu Kain yang begitu tega dan kejam membunuh adiknya Habel, hanya karena iri terhadap soal persembahan. Tidak hanya itu saja, ketika manusia bertambah banyak, perbuatannya semakin dipenuhi kejahatan, sampai Tuhan menyesal telah menciptakan manusia (Kej 6:5-6).

Modals

What are modal verbs?

Modals (also called modal verbs, modal auxiliary verbs, modal auxiliaries) are special verbs which behave irregularly in English. They are different from normal verbs like “work, play, visit…” They are used to indicate modality. They give additional information about the function of the main verb that follows it. They have a great variety of communicative functions.

Use of modal verbs:

Modal verbs are used to express functions such as:

Permission
Ability
Obligation
Prohibition
Lack of necessity
Advice
possibility
probability

Remember!!

Modal verbs are followed by an infinitive without “to”

Examples:

You must stop when the traffic lights turn red
You should see to the doctor
There are a lot of tomatoes in the fridge. You need not buy any.

Exception:

You ought to go to the doctor

Listening Skills~

Pahami keterbatasan Anda

Dengarkan bahasa Inggris sebanyak mungkin, tapi dalam periode waktu yang singkat. Otak Anda bukanlah mesin! Jika Anda mulai merasa frustrasi dan tidak mengerti, istirahatlah dan mulai lagi nanti. Ingat, mengembangkan keahlian mendengar yang baik membutuhkan banyak waktu, latihan, dan kesabaran.

Harus selektif

Menerjemahkan setiap kata yang Anda dengar akan membuat Anda ketinggalan keseluruhan percakapan. Jika Anda mendengar orang berbahasa Inggris, perhatikan kalimat-kalimat kuncinya. Catat dan terjemahkan nanti. Anda akan merasa keterampilan mendengar Anda meningkat dan kosa-kata Anda bertambah.

Perhatikan pola suara

Pernah memperhatikan bagaimana penutur asli menekankan kata-kata tertentu? Benar! Jika Anda mendengarkan dengan baik, Anda akan menemui polanya. Isi kata (kata benda, kata kerja, dan kata sifat) biasanya diberi tekanan, sedangkan kata fungsi (preposisi, kata ganti, dsb) tidak. Perhatikan penekanan kata, dan Anda akan dapat mengerti garis besar dari sebuah dialog atau percakapan.

Tontonlah DVD

Semua orang suka menonton film. Jadi, mengapa tidak menggunakannya untuk latihan mendengar? Caranya mudah! Lihat satu babak dari film favorit Anda. Pertama, tonton dengan menggunakan teks bahasa Indonesia agar Anda memahaminya. Kemudian tonton lagi, tetapi gunakan teks bahasa Inggris. Saat ini, Anda seharusnya sudah mengerti dialog dan alur ceritanya. Sekarang, tonton sekali lagi tanpa teks, dan hanya fokus pada mendengarkan.

Belajar dengan guru penutur asli

Jika kesempatan untuk belajar bahasa Inggris dari penutur asli atau native speaker jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Dari guru penutur asli, Anda akan dapat belajar percakapan sehari-hari yang tak hanya bermanfaat, tapi juga dapat langsung diterapkan dalam hidup keseharian Anda. Selain itu, Anda juga akan dapat belajar aksen dan intonasi pengucapan yang akurat

Modals

What are modal verbs?

Modals (also called modal verbs, modal auxiliary verbs, modal auxiliaries) are special verbs which behave irregularly in English. They are different from normal verbs like “work, play, visit…” They are used to indicate modality. They give additional information about the function of the main verb that follows it. They have a great variety of communicative functions.

Use of modal verbs:

Modal verbs are used to express functions such as:

  1. Permission
  2. Ability
  3. Obligation
  4. Prohibition
  5. Lack of necessity
  6. Advice
  7. possibility
  8. probability

Remember!!

Modal verbs are followed by an infinitive without “to”

Examples:

  • You must stop when the traffic lights turn red
  • You should see to the doctor
  • There are a lot of tomatoes in the fridge. You need not buy any.

Exception:

  • You ought to go to the doctor